Selasa, 11 Februari 2014

Road Report Edisi Nusantaride National Ujung Kulon 12 -13 January 2014

Bukannya sok sibuk tapi memang hampir ga ada waktu en akses internet #ehh... :D... Laporan perjalanan yang sekiranya Saya jadwalkan paling lama 1 minggu setelah acara bisa diselesaikan ternyata realisasinya 1 bulan lamanya.

Yup, acara NNRUK 2013 ini adalah acara dari Forum Nusantaride yang disclaimernya adalah  :
NUSANTARIDE bukan lah club,komunitas ataupun organisasi pengendara motor lainnya,NUSANTARIDE hanyalah sebuah FORUM. Forum untuk saling berbagi pengalaman berkendara di bumi pertiwi INDONESIA dengan format narasi dan visual,harapan baik kedepan adalah memperkenalkan dan menunjukan keindahan keelokan dan bagusnya INDONESIA ke mata dunia dari “kacamata” para penggemar sepeda motor.
Acara NNRUK yaitu Nusantaride National Ujung Kulon 2013 ini diadakan mundur di tahun 2014 bertempat di Cottage Sunda Jaya, Taman Jaya Ujung Kulon dengan letak kordinat kira-kira S6 47.013 E105 30.155 dengan tag line "Ajang Berkumpul Para Penjelajah Bermotor" 



Perjalanan kami menuju Ujung Kulon berawal dari titik kumpul (tikum) di Main Dealer TVS Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur pada tanggal 10 January 2014. Saat ngumpul tersebut dibicarakan detail planning rute yang akan ditempuh oleh para peserta Penjelajah pengguna TVS Apache yaitu Om Kelix Wijanarko, Om Agustra n Ane juga :D, serta inputan lain dari teman-teman yang hadir tuk melepas para Penjelajah ini :D .

Rute yang ditempuh adalah : Dewi Sartika, Pasar Minggu, TB Simatupang, Bintaro, Tigaraksa - Tangerang, Serang, Pandeglang, Binuanger, Cibaliung, Sumur, Taman Jaya. Perjalanan dimulai jam 16.00 WIB menuju Ujung Kulon tersebut ditemani oleh sang Hujan yang setia disepanjang jalan. Saat rest pertama adalah makan malam di satu komplek didaerah Tigaraksa, Tangerang sekitar jam 8an malam.  Saat untuk mencharge energy yang diperlukan melanjutkan perjalanan serta charge batre henpon yang sudah mulai drop :D.  Melanjutkan perjalanan malam yang disertai hujan memang tidak mudah, selain jarak pandang yang terganggu, suhu yang dingin, jalan yang licin berlubang di jalur Tangerang - Serang - Pandeglang dan Sumur membuat kami cepat capek n mengantuk.  Foto-foto dibawah ini saat kami saat hampir mencapai daerah Taman Jaya pada jam 03.00 WIB. Dengan kantuk yang sudah tak tertahankan lagi, kami melipir ke rumah penduduk yang ada terasnya sekedar untuk berbaring dan tidur sebentar :D.




Jam 5.30 WIB kami start lagi untuk menuju Tekape yang sebenarnya sudah dekat. Diperjalanan menuju Cottage Sunda jaya barulah kami tersadarkan (dikarekan sudah pagi) bahwa 20 KM track dari Sumur ke Taman Jaya adalah track luar biasa, jalur yang boleh dibilang Light Off Road. Pada pagi hari tersebut dapat kami dapati keramahan penduduk serta pemandangan pinggir pantai di Taman Jaya ini.


Sesampainya di Sunda Jaya Cottage, yaitu tempat diadakan NNRUK 2013 ini, kami langsung memarkirkan kuda-kuda besi yang sudah celemotan lumpur :D serta beramah-tamah dengan Penjelajah lain yang sudah sampai duluan.




Setelah beristirahat yang cukup lama (tidur dipinggir pantai dibawah pohon kelapa), serta berfoto-foto mengabadikan pesona alam di Cottage Sunda Jaya kami bertiga memutuskan tidak dapat menginap di Sunda Jaya Cottage dikarenakan esok harinya sudah harus bekerja lagi alias ga dapet cuti :P. Untuk menjadikan bukti bahwa kami sudah "Touch Down" di Ujung Kulon, kami  memacu kuda besi ke Pos penjaga Ujung Kulon (lupa namanya) yang ada patung Badaknya.

Total perjalanan yang ditempuh dari Jakarta ke SUnda Jaya, Ujung Kulon plus minus 280 KM, dan langsung balik lagi ke Jekardah di hari yang sama.... benar-benar perjalanan yang Asik dan melelahkan :P.

Monggo diseruput deh foto-foto lainnya :D. n jangan kapok dateng lagi ke blog sederhana Ane ini ya !!!










Jumat, 10 Januari 2014

Nusantaride National Rally Ujung Kulon

Jalan Jalan Lagi Yuuuukksss ke Ujung Kulon bareng teman-teman pencinta Alam Indonesia yang sering Touring alias pake Motor di Nusantaride.




Tunggu Laporan Perjalanannya ya !!!

Selasa, 26 November 2013

Dolan-Dolan ke Curug Cigentis, Karawang, Jawa Barat


Menurut dokumentasi di mbah Gugel yang ada di linknya https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-cigentis---mekar-buana---karawang...Curug Cigentis berada di ketinggian kurang lebih 1000 m di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan debit air yang dipengaruhi curah hujan turun di atas kawasan tersebut, bila musim kemarau panjang maka airnya seperti air pancuran.
Curug Cigentis ini adalah salah satu dari ke-7 tingkatan curug yang ada di Gunung Loji, dibawah kaki Gunung Sanggabuana yang termasuk wilayahpengelolaan hutan RPH Cigunungsari BKPH Purwakarta.  
Adapun ke tujuh curug tersebut konon memiliki nilai sejarah berkumpulnya para wali pada jaman dahulu kala, namun yang boleh di kunjungi hanyalah satu curug, yaitu Curug Cigentis.  Ke enam curug lainnya tidak diperkenankan di singgahi karena beberapa alasan kuat diantaranya faktor alam yang masih terlalu rimba dan hanya orang-orang tertentu / orang yg berhati bersih dengan niat ibadah dan kuat bertahan dalam alam yang bisa mencapai curug yang paling atas.
Dari cari mencari tempat wisata yang dekat dengan Jakarta dan waktu yang terbatas untuk dolan-dolan, maka dipilihlah Curug Cigentis ini.  Selain juga belum pernah ngaspal ke Curug Cigentis tersebut sehingga membuat sedikit penasaran. di tanggal 5 November 2013 tersebut, Saya dan teman-teman dari komunitas TMC Jakarta meluncur ke Curug Cigentis dengan rute Cawang (Tikum 1), Cibubur, Jonggol, Cariu dan Mekarbuana Karawang.
Perjalanan yang mengasikkan adalah sewaktu melewati daerah Cariu, Jonggol menuju Mekarbuana, Karawang yang melewati area persawahan dengan kondisi jalanan aspal yang cukup mulus yang dilengkapi beberapa tikungan yang cocok untuk cornering.  Sekedar informasi saja biaya yang dikeluarkan adalah Tarif masuk yang dipungut oleh Dispenda adalah Rp. 5.000 / orang (gerbang masuk kawasan Mekarbuana/Cigentis), Tarif masuk ke Curug Cigentis adalah Rp. 10.000 / orang (sudah mendapat asuransi Jiwa & Kecelakaan) serta parkir motor Rp. 5.000 / motor. Tuk tambahan info, terdapat warung makan khas Sunda dengan masakan yang Joss serta harga yang murah meriah. Dijamin nambah deh makannya 
Mungkin dikarenakan pada hari libur, banyak juga wisatawan yang berkunjung untuk sekedar mandi-mandi di Curug ataupun foto-foto. Dan pada saat kami berkunjung ke Curug Cigentis, debit air terjun tersebut lumayan cukup besar. Di kawasan Curug Cigentis juga banyak terdapat warung-warung makan, jadi tidak usah kawatir kelaperan :P serta warung-warung cinderamata sebagai pengingat tentang Curug Cigentis.









Kamis, 14 November 2013

Happy Riding To Teluk Kiluan, Lampung

Ini cerita yang hampir dingin..xixixii...Kali ini Saya mau bercerita tentang Perjalanan menggunakan motor dari Jakarta ke Teluk Kiluan di Lampung bersama teman-teman Kantor. Teluk Kiluan yang secara geografis terletak Pekon (Desa) Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Tujuan kami "ngaspal" ke Teluk Kiluan selain untuk penyegaran otak yang kusut adalah melihat langsung Lumba-Lumba hidung botol di laut lepas. Perjalanan ini dimulai dari Tikum (Titik Kumpul) 1 di Monas sekitar jam 8 malam, dilanjut ke Tikum 2 di Mesjid AL Azhom, Kota Tangerang untuk menjemput rombongan teman-teman di sekitar Tangerang. Total rombongan adalah 13 motor dengan 16 peserta. Dari Tangerang sekitar jam 10 malam, rombongan melanjutkan perjalanan ke Merak melalui Balaraja, Cikupa, Serang dan Merak. Sesampainya di Merak sekitar jam 12 malam untuk mengantri penyebrangan Ferry yang menuju Bakauheni, Lampung. Perjalanan laut menggunakan ferry ini untuk sampai di Bakauheni adalah 4 jam. Setelah keluar dari kapal Ferry di jam 4.30 pagi, rombongan bergegas ngegas lagi dan berhenti pada SPBU ke 3 (lupa nama daerahnya) untuk Sarapan sekaligus ritual-ritual pagi lainnya.

Setelah kembali segar dan kenyang, rombongan melanjutkan perjalanan di jam 8 pagi menuju pelabuhan Panjang yang telah menunggu teman-teman TMC Lampung untuk memandu perjalanan ke Teluk Kiluan. Sesampainya di pelabuhan Panjang sekitar jam 10-an, rombongan Jakarta di jamu sebentar di Dealer TVS Panjang untuk beristirahat sebentar dan menikmati snack dan sekedar ngupi-ngupi. Dari Dealer TVS Panjang, rombongan bertambah besar menjadi total 18 motor dengan 21 peserta yang dipandu oleh teman-teman TMC Lampung langsung menuju ke Teluk Kiluan.

Jarak tempuh yang dicatat dari Jakarta sampai ke parkiran Pak Yon di Teluk Kiluan adalah 346 KM, dengan jalan rusak diperbukitan sekitar 10 KM, jalan rusak lainnya selepas komplek AL sekitar 30 KM sisanya adalah jalan yang lumayan mulus sedikit dempulan :P . Mengenai SPBU Pertamina terakhir adalah di kawasan Mutun, silahkan yang mau ngisi Pertamax disini. Tapi jangan kawatir kehabisan bensin (Premium) karena banyak di penjual bensin eceran (Pertamini) yang jual seharga Rp 7500 / liter. Buat teman-teman yang merencanakan dolan-dolan ke Teluk Kiluan bisa kontak ke Pak Dirham tuk reservasi penginapan dan berburu lumba-lumba, beliau adalah pengelola pulau Kiluan. 

Oh iya, sekedar info tuk penginapan di pulau Kalapa adalah Rp. 200 ribu /kamar yang muat sampai 5 orang. Sewa lahan parkir di warung Pak Yon adalah Rp. 5 ribu / motor / hari. Bayar perahu jukung wat nyebrang dari Kiluan ke pulau Kalapa adalah Rp. 10 ribu / orang. Dan sewa perahu jukung tuk berburu lumba-lumba adalah Rp 250 ribu / orang tuk kapasitas 3 orang. Last but not least, perjalanan kali ini mengasikkan dengan pemandangan sepanjang perjalanan yang asoy serta sensasi berburu lumba-lumba di laut lepas yang menantang.




















Rabu, 30 Oktober 2013

Sepotong Surga yang Hilang berada di Sawarna, Banten

Mudah-mudahan judulnya bisa menggambarkan keindahan alam yang superb bin oke punya. Perjalanan ke Sawarna yang sebenarnya tidak direncanakan alias dadakan tercetus dari sumpeknya otak karena pekerjaan. Maklum jadi sales dikejar2 target yang makin menaik :D menjadikan sekelompok orang menantang tuk "mengaspal" ke Sawarna, Banten.  Acara "mengaspal" ini terjadi pada tanggal 7 Juni - 9 Juni 2013 dengan menggunakan 4 sepeda motor beserta 2 boncenger.

Perjalanan di awali dari tikum 1 jam 21.00 di kantor di bilangan Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat menuju Sawarna, Banten dengan rute Jakarta, Bogor ( Cibinong, Cipaku, Rancamaya, Cibadak), Sukabumi (Cibadak, Palabuhan Ratu), Lebak (Cisolok, Sawarna) dan sampainya jam 7 pagi.  Total lama perjalanan berkisar 10 Jam perjalanan santai.

Kondisi perjalanan pada saat itu, sepanjang Jalan Raya Sukabumi banyak terdapat lubang-lubang  besar yang dapat membahayakan pengendara motor. Serta kondisi jalan yang sangat tidak asik adalah saat memasuki gerbang masuk Sawarna, kondisi jalan berkisar 15-20 KM adalah jalan rusak. Benar-benar butuh konsentrasi dan tenaga ekstra :D dikarenakan perjalanan yang dilakukan adalah perjalanan malam menjelang Shubuh. Selepas jalan-jalan rusak tersebut, perjalanan sungguh sangat enjoy dinikmati dengan pemandangan serta hawa yang sejuk.

Sesampainya di pintu masuk Sawarna, Banten. Pintu masuknya sungguh unik karena berupa jembatan kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor satu arah saja.  Jembatan ini menggantung di atas sungai  Sawarna dengan lebar jembatan hanya 1,5 meter, berjalan mengendarai motor diatas jembatan gantung ini bikin deg-degan dikarenakan jembatan yang berayun-ayun.

Kami menginap di pantai Sawarna, Banten ini tidak menginap di cottage yang banyak terdapat Sawarna, Banten tetapi menginap di Saung-saung yang juga disewakan dengan harga murah meriah yaitu Rp. 70.000 per malam.  Kami disana menginap di Saung pak Asep Gondrong. Sungguh lengkap pemandangan di Sawarna, dari pantai untuk berenang, pantai karang serta pantai Batu Layarnya.

Yuk di sedot foto-fotonya, semoga menggoda teman-teman tuk berkunjung ke Sawarna, Banten.