Senin, 28 Desember 2009

Manajemen Waktu Orang-Orang Sukses



Share
Setelah satu tahun berlalu, dan berhitung prestasi serta kegagalan yang sudah terjadi di tahun kemarin. Harus diakui penulis memang tahun kemarin masih jauh dari yang baik ( apalagi terbaik).

Untuk menjadi pengingat diri, Saya akan posting tentang manajemen waktu orang-orang sukses yang dikutip dari Eramuslim (silakan mengunjungi juga)

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56)

Waktu bagi orang beriman adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya. Namun, waktu juga bisa jadi sebab malapetaka jika disia-siakan begitu saja dan tidak dapat dimanfaatkan untuk membina keimanan, mencari ilmu, meningkatkan amal shaleh, menjalankan kehidupan secara Islami dan berbagai aktivitas dakwah lainnya. Oleh sebab itu, Allah sering bersumpah atas nama waktu, seperti: Demi Masa, Demi Waktu Dhuha, Demi Malam dan Demi Siang. Semua ini mengisyaratkan betapa mahalnya nilai waktu itu. Tanpa waktu, mustahil kita dapat hidup di dunia ini.

Agar kita berhasil mengatur waktu dengan baik dan maksimal, sesuai dengan misi (ibadah kepada Allah) dan visi hidup kita (menjadi khalifah Allah di muka bumi) yang telah dietapkan Allah, ada enam (6) kunci sukses yang perlu kita lakukan :

1. Menyadari betul betapa mahalnya nilai waktu itu. Waktu adalah anugerah Allah yang termahal setelah iman dan kehidupan. Waktu adalah modal utama kita dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan ini. Tanpa waktu, kita akan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun demikian, waktu juga ibarat pisau bermata dua. Kalau kita salah menggunakannya, ia bisa melukai diri kita sendiri.

2. Waktu kita di dunia ini sangatlah terbatas dan sangatlah pendek jika dibanding dengan keseluruhan perjalanan kita menuju Allah, khususnya sejak kita dilahirkan Allah ke muka bumi ini sampai ke akhirat kelak. Waktu kehidupan dunia ini akan terasa sangat lebih pendek dan sedikit lagi jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat nanti. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah/2 : 28 :

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati (tidak ada), maka Allah hidupkan kamu, kemudian Dia akan matikan kamu, kemudian Dia akan hidupkan kamu (kembali) dan kemudian kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.

3. Jangan sampai tergoda oleh syahwat duniawi berupa harta, tahta dan wanita yang akan memalingkan kita dari kehidupan akhirat dan membangun visi hidup akhirat. Kita harus berorientasi akhirat. Kehidupan yang abadi dan yang sesungguhnya yang kita dambakan itu adalah di akhirat kelak. Kehidupan dunia ini hanya jembatan kita menuju kehidupan akhirat. Dunia ini hanya tempat kita menumpuk bekal akhirat. Hidup di dunia ini hanya ladang amal shaleh kita sebagai investasi yang akan kita petik keuntungannya besar-besaran di akhirat kelak. Faktanya, tak ada seorang manusiapun yang mampu tinggal dan hidup di atas bumi ini beribu-ribu tahun, apalagi selamanya. Bahkan untuk mencapai seratus tahun saja sulit kita temukan hari ini. Lalu, kenapa kita masih saja lupa hakikat dunia yang sementara dan akhirat yang abadi?

Sebab itu, kalau kita tertipu oleh rayuan dan tawaran gemerlap kehidupan dunia yang tidak seberapa ini, kita akan gagal total sepanjang perjalanan hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah mengingatkan kita agar tidak gagal dan dapat meraih kesukesesan yang abadi, kesuksesan tanpa batas di akhirat nanti sebabagai mana firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 185 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan balasan (amal) kalian. Maka, siapa yang (hari itu) dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah sukses besar. Dan tidak adalah kehidupan dunia ini kecuali (sedikit) kenikmatan yang menipu.

4. Menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia yang sementara ini ada batas dan hambatan yang harus kita lewati. Paling tidak ada lima perkara yang menjadi batas dan hambatan yang bisa menyebabkan kita gagal dalam mengatur waktu dengan baik dan maksimal, yaitu masa tua, sakit, kefakiran, kesibukan dan kematian. Karena itu, Rasul Saw. mengingatkan kita agar kelima batas dan hambatan tersebut dapat kita atasi dengan baik sebagaimana sabdanya yang diriwayatkan Imam Al-Hakim dalam al-mustadraknya :

اغتنم خمسا قبل خمس شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناءك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك

Gunakan peluang yang lima itu sebelum datang yang lima : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, kecukupanmu sebelum datang kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu (mengurusi dunia) dan hidupmu sebelum datang kematianmu.

Kelima hal tersebut di atas adalah batas dan hambatan yang akan menyebabkan kita gagal dalam mengatur waktu dan kehidupan di dunia yang akan mengakibatkan kegagalan kita sepanjang masa. Namun, batas dan hambatan yang paling terbesar dalam kehidupan kita di dunia ialah kematian. Karena bila kematian tiba, tak ada lagi kesempatan sedikitpun untuk beramal atau memperbaiki diri, atau bertaubat sekalipun. Sebab itu Rasul Saw. mengingatkan kita untuk selalu mengingat kematian. Karena kalau sudah dijemput kematian, penyesalan tidak berguna lagi sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Al-Mukminun / 23 ayat 99 – 104 :

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100) فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ (101) فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (102) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ (103) تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ (104)

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) (99) agar aku berbuat amal yang tidak aku lakukan (ketika di dunia). Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampal hari mereka dibangkitkan (100) Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya.(101) Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.(102) Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.(103) Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat (tubuh dan muka).(104).

Dalam surat Al-Munafiqun / 63, ayat 9 sampai 11 Allah menjelaskan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (10) وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (11)

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat (taat kepada) Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (9) Dan infakkanlah (belanjakanlah di jalan Allah) sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?"(10) Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (11)

5. Membuat planning hidup dan manajemen waktu harian berdasarkan shalat fardhu lima kali sehari. Bagaimanapun lurus dan kuatnya keimanan kita, sedalam apapun ilmu keislaman kita, sebesar apapun semangat amal shaleh kita, hidup secara islami dan aktivitas dakwah kita, tidak akan mengalami peningkatan dan perbaikan jika hidup ini kita lewati dan dibiarkan begitu saja tanpa ada planning hidup yang kita susun. Sebaliknya, kita melihat betapa banyak anak muda, orang sehat, orang kaya dan orang berilmu jatuh ke dalam kubangan kehidupan sia-sia, atau mengalami kehidupan yang stagnan, tidak berkembang, dan bahkan mundur ke belakang akibat ketiadaan memiliki planning hidup. Sedangkan planning hidup yang terbaik adalah yang didasari oleh manajemen waktu harian berdasarkan shalat fardhu lima kali sehari.

Sebab itulah, Allah mewajibkan kita shalat fardhu lima kali dalam sehari semalam. Urutan dan jarak antara satu shalat dan shalat berikutnya sangat mengagumkan. Dimulai dari shalat subuh saat fajar menyingsing, dilanjutkan dengan shalat zhuhur saat mata hari melewati sedkit dari atas kepala kita, kemudian diteruskan dengan shalat ashar ketika bayang-bayang sudah sepanjang dirinya, dilanjutkan dengan shalat maghrib saat mata hari tenggelam dan ditutup dengan shalat isya saat warna merah (syafaq) muncul di sebelah barat. Itulah patokan waktu yang amat teliti dan sesuai dengan kapasitas dan beban diri kita yang Allah ciptakan. Allah berfirman dalam surat Annisa’/4 : 103 :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Maka apabila kamu selesai shalat, maka berzikirlah kepada Allah dalam keadaan berdiri, dan duduk dan berbaring. Maka apabila kamu merasa tenang, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman

Manajemen waktu berdasarkan shalat itulah yang mampu meningkatkan kualitas hidup kita. Manajamen waktu seperti itulah yang mampu meningkatkan produktifitas hidup kita baik yang terkait dengan keimanan, ilmu, amal shaleh, pola hidup islami, dakwah dan jihad kita di jalan Allah. Manajemen hidup seperti itulah yang menjamin kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Di samping itu semua, manajemen hidup harian berdasarkan shalat fardhu itulah yang mampu mengendalikan diri kita dan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, karena satu detikpun waktu tidak ada yang terbuang percuma, apalagi kosong dan digunakan untuk melakukan kemungkaran, dosa dan penyimpangan lainnya. Allah menjelaskan dalam surat Al-Ankabut / 29 : 45 :

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45)

Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu (Muhammad) dari Al-Kitab (Al-Qur’an) itu, dan tegakkanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sungguh berzikir kepada Alllah (shalat) itu adalah yang lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain) dan Allah mengetahui apa saja yang kamu kerjakan.

Bayangkan betapa dahsyatnya hidup kita jika kita bisa mengatur waktu harian berdasarkan shalat fardhu yang lima. Kita mulai hari-hari kita dengan shalat subuh berjamaah di masjid di lingkungan kita, kemudian berzikir, membaca Al-Qur’an atau hadits Rasul saw., sarapan pagi, berangkat kerja, bekerja, shalat zhuhur berjamaah di masjid tempat kita bekerja, dilanjutkan makan siang, setelah itu melanjutkan pekerjaan, kemudain shalat ashar berjamaah, meneruskan pekerjaan, setelah waktu kerja selesai, pulang ke rumah, kemudian shalat maghrib berjamaah di masjid, kemudian membaca buku-buku yang bermanfaat, shalat isya berjamaah di masjid, kemudian makan malam bersama keluarga, diteruskan dengan diskusi keluarga / monitoring kondisi ibadah, pendidikan, pergaulan & kesehatan anak-anak atau anggota keluarga, nonton berita, kemudian tidur dan istirahat paling telah jam 22.000 dan kemudian bangun malam sekitar jam 03.00 / 03.30 untuk shalat malam (Tahajjud & Witir) bersama keluarga, dan setelah masuk waktu subuh dan azan berkumandang, shalat sunat fajar dan bersiap-siap menuju masjid untuk shalat subuh berikutnya.

Diatas hanyalah contoh manajemen waktu harian berdasarkan shalat lima waktu. Kita bisa kembangkan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat lainnya sesuai ajaran Islam. Jika kita terapkan manajemen waktu harian ini, masih adakah waktu yang terbuang sia-sia? Masih adakah kesempatan berbuat dosa dan kemungkaran, seperti korupsi dan sebagainya? Terbayang saja tidak. Apalagi melakukannya. Jika manaejemen waktu berdasarkan shalat waktu ini kita amalkan, pasti kehidupan kita penuh berkah, efektif dan produktif baik terkait agama, dunia maupun akhirat kita. Semuanya tumbuh dan berkembang sesuai porsinya masing-masing. Beginilah kehidupan para Nabi dan orang-orang shaleh sebelum kita.

Namu demikian, untuk suksesnya manajemen waktu berdasarkan shalat, ada satu hal yang harus kita yakini dan lakukan, yaitu SHALAT FARDHU adalah aktivitas kita yang utama, bukan bekerja, berbisnis, mencangkul, berdagang, membaca buku, dan sebagainya yang utama. Semua aktivitas kita harus tunduk kepada aturan waktu shalat fardhu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

6. Sabar dalam menjalankan planning hidup dan manajemen waktu yang kita buat. Menyusun planning hidup dan manajemen waktu berdasarkan shalat fardhu amatlah mudah. Namun menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit. Lebih sulit lagi menjaganya terus menerus sehingga menjadi habit (kebiasaan hidup) sehari-hari. Untuk itu, diperlukan semangat baja, tekad yang kuat yang tak kenal menyerah dan putus asa. Untuk meraih itu semua, sabar adalah kata kuncinya. Ternyata sabar dalam ketaatan jauh lebih berat dari kesabaran untuk tidak melakukan maksiat. Sebab itu, sabar dan shalat itu sangat mahal harganya, erat kaitannya dan tidak bisa dipisahkan. Sabar dan shalat adalah syarat mendapatkan pertolongan Allah. Sedangkan kesabaran salah satu syarat kesediaan Allah untuk mau bersama kita, sebagaimana firman Alllah dalam surat Al-baqarah / 2 ; 153 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) melalui sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Di samping itu, sabar adalah kunci meraih kebaikan dan ganjaran tanpa batas dari Allah.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, dan jangan lupa komennya untuk perbaikan sibadrin .

40 komentar:

  1. nice article,, i like this article,, very2 perfect,, i hope u send back comment in my blog+exchange link,,, ur link in my blog,,please ur check in now,, thanks,,im waiting

    BalasHapus
  2. Just visit me every day.I give u a real smile,and real kiss my frieand...hope you do the same smile ..
    http://mypoem-hamba.blogspot.com

    BalasHapus
  3. maju terus, pantang munduur...

    BalasHapus
  4. It's interesting blog !

    BalasHapus
  5. perhatikan ppicindo mu...aku smile atau kiss..untuk kamo....smile dan kiss pada GA ku ya sobat...thanks komen...moga earning mu nambah...!!!!

    BalasHapus
  6. nice posting....semoga bisa menjadikan kita lebih dewasa setelah membaca postingan ini.amiiin

    BalasHapus
  7. thanks sob artikel nya bagus,mantap $$$

    BalasHapus
  8. luar biasa ya manajemen waktu orang-orang sukses secara islami, makasih telah berbagi,

    satu smile $$$ tidak lupa saya berikan disini, salam sukses :)

    BalasHapus
  9. andai saya bisa memanajemen waktu dgn benar...nice post sob. Izin follow ya...

    BalasHapus
  10. suatu ilmu yang patut kita amalkan, supaya kita tidak menyianyiakan waktu yang hanya sebentar ini.

    BalasHapus
  11. betul sekali, kita harus selalu beryukur dan bersabar

    BalasHapus
  12. mudahan kita semua termasuk orang2 yg sabar, amin

    BalasHapus
  13. terkadang memang sering terlena oleh waktu sampai sampai lupa akan segalanya...dan sudah seharusnya kita mempergunakan waktu dengan se baik-baiknya

    BalasHapus
  14. terkadang kita lupa bahwa waktu yg kita lalui begitu cepat, padahal yg lalu tak bisa di ulang dan yg hadir hanyalah penyesalan.. artikel yg menarik, sukses buat Anda

    BalasHapus
  15. alhamdullilah..aku dapat reperensi baru dari sobat dan memang kita semua sering terlena dengan namanya waktu seperti lupa akan hari, bulan dan sebagainya apakah itu tandanya kita terlenA oleh waktu !maksih wejangannya mas maju terus

    BalasHapus
  16. selama ini sih masih mencoba utk memanage waktu agar ga sia2

    BalasHapus
  17. benar sekali, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menghargai waktu

    BalasHapus
  18. posting bijak bang adin...
    - beribadahlah sebanyak-banyaknya seakan-akan besok kamu akan mati...& carilah harta sebanyak banyaknya seakan-akan kamu akan hidup selamanya
    - ojo malak amargo keselak howo muluk..hehe...

    BalasHapus
  19. Manusia Hanya bisa berusahan Allah SWT yang menentukan teruslah berusaha jangan pantang menyerah sesungguhnya Alloh selalu menguji orang-orang yg sabar...

    BalasHapus
  20. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum tersebut merubah keadaan yg ada pada diri merek sendiri...
    jadi sukses adalah hak semua orang...
    Sukses Buat Anda

    BalasHapus
  21. Demi waktu...sebenarnya manusia dalam keadaan merugi.....yah manusia harus cerdas dan cermat dalam mengunakan waktu untuk mencapai sukses Dunia dan Akherat, sukses selalu to semuanya

    BalasHapus
  22. berbagi trafic n $aweran sob

    BalasHapus
  23. terima kasih tutorialnya....sangat bermanfaat buat saya

    BalasHapus
  24. artikel yang bagus buat renungan saya...makasih.

    BalasHapus
  25. yapz, thanks for visit, support your good post and site

    BalasHapus
  26. Good posting sobat, succes always

    BalasHapus
  27. postingan nih keren habiz dc...
    ini sngat" berguna bagi kita..
    yang pingin sukses..
    semoga sukses z nih buat sob selalu..

    BalasHapus
  28. berkunjung setelah lama absen

    BalasHapus
  29. trik usang, tapi buat byang belum tau tu bukan usang

    BalasHapus
  30. Incredible information about upcoming production of Mattresses and I am sure people must have get impressed with this post.

    BalasHapus
  31. terima kasih telah meluangkan waktu untuk menulis postingan ini bang...

    lama ane tidak membalas kunjungan abang, sekarang baru bisa berkunjung tapi dapat bacaan penyejuk hati...

    mampir balik ya bang, ane udah senggol tuh bang...

    BalasHapus
  32. hem...bagus nie ...awak bisa niru nie manageman
    nice blog kawan
    visit back za

    BalasHapus
  33. Thanks for sharing a nice blog.I really like your post. The picture you have posted here is really very nice. Great post!

    BalasHapus
  34. Thanks for sharing, really like your view. Waiting for some more great articles like this from you in the coming days.

    BalasHapus

Thanks for your visited.... Don't forget to comment...:)